Kedatangan Yesus: Diam-Diam atau Terang-Terangan? Apa Kata Alkitab?

Kedatangan Yesus Kristus kembali di atas awan dengan kemuliaan-Nya
Kedatangan Yesus Kristus Kembali di Akhir Zaman

Apakah Yesus datang diam-diam atau terang-terangan? Simak apa kata Alkitab tentang kedatangan Kristus dan pentingnya berjaga-jaga.

Kedatangan Yesus Kristus adalah salah satu pengharapan terbesar orang percaya. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Kristus akan datang kembali. Namun, ketika membahas bagaimana Yesus akan datang, muncul berbagai penafsiran.

Ada yang mengajarkan bahwa Yesus akan datang secara diam-diam, hanya diketahui oleh orang-orang tertentu, kemudian pergi kembali ke surga. Setelah itu, menurut pandangan tersebut, akan ada kedatangan Yesus yang kedua secara terbuka dan dapat dilihat semua orang.

Apakah Alkitab benar-benar mengajarkan bahwa Yesus datang kembali dalam dua tahap: diam-diam dan terang-terangan?

Untuk menjawabnya, kita perlu kembali kepada Alkitab dan memperhatikan konteks ayat, bukan sekadar mengambil satu kalimat lalu membangun sebuah doktrin di atasnya.

Jangan Terburu-buru Menafsirkan Alkitab

Salah satu bahaya dalam memahami Alkitab adalah mengambil ayat di luar konteks.

Ayat Alkitab memang tidak boleh dipisahkan dari keseluruhan berita Kitab Suci. Sebuah perumpamaan, ilustrasi, atau ungkapan tertentu juga tidak otomatis berarti bahwa setiap detail di dalamnya merupakan gambaran literal mengenai sebuah peristiwa akhir zaman. Karena itu, kita perlu berhati-hati ketika mendengar pernyataan seperti:

"Yesus akan datang secara diam-diam."

Pertanyaan yang seharusnya muncul adalah: Di mana Alkitab secara jelas mengatakan bahwa Yesus akan datang kembali secara rahasia, tidak diketahui siapa pun, lalu kembali ke surga sebelum kedatangan-Nya yang terlihat oleh semua orang?

Ini penting karena doktrin tentang kedatangan Kristus bukan perkara kecil. Cara kita memahami ayat-ayat eskatologi akan memengaruhi cara kita memandang pengharapan, kesiapan, dan kehidupan Kristen.
Baca Juga: Komputer Tertua di Dunia dan Teguran Yesus: Mengapa Kita Gagal Membaca Zaman?

Yesus Memang Akan Datang Kembali

Pertama-tama, kita harus menegaskan sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan: Yesus Kristus pasti datang kembali. Sebelum naik ke surga, Yesus berkata:

"Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada."
(Yohanes 14:2-3)

Jadi, kedatangan Kristus bukan sekadar simbol atau metafora. Ia adalah pengharapan nyata yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya.

Yang menjadi pertanyaan bukan apakah Yesus akan datang, melainkan bagaimana Alkitab menggambarkan kedatangan-Nya.

"Seperti Pencuri" Tidak Berarti Yesus Datang Diam-Diam

Salah satu ayat yang sering digunakan untuk mendukung gagasan bahwa Yesus datang secara rahasia adalah Matius 24:42-44. Yesus berkata:

"Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga..."
(Matius 24:42-44)

Di sini Yesus menggunakan gambaran pencuri. Apakah ini berarti Yesus datang seperti pencuri dalam arti sembunyi-sembunyi dan tidak terlihat? Tidak. Fokus perbandingan Yesus bukan pada cara seorang pencuri hadir, melainkan pada ketidakpastian waktunya.

Seorang pemilik rumah tidak tahu kapan pencuri akan datang. Karena itu ia harus berjaga-jaga. Demikian pula dengan kedatangan Kristus. Kita tidak mengetahui waktunya, sehingga kita harus selalu siap.

Jadi, ketika Alkitab mengatakan bahwa Tuhan datang "seperti pencuri", konteksnya berbicara tentang ketidakterdugaan waktunya, bukan tentang Yesus yang datang secara tidak terlihat. Hal yang sama terlihat dalam 1 Tesalonika 5:2: "Karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam."

Perhatikan konteksnya: yang ditekankan adalah hari Tuhan datang secara tidak terduga, bukan bahwa Kristus datang tanpa dapat dilihat. Dengan kata lain: "Seperti pencuri" ≠ "datang secara rahasia."
Baca Juga: Akhir Zaman: Tanda-Tanda Kedatangan Kristus dan Sikap Orang Percaya

Yesus Mengatakan Kedatangan-Nya Akan Terlihat

Sekarang perhatikan perkataan Yesus dalam Matius 24:30:

"Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya."

Ayat ini sangat kuat. Perhatikan beberapa hal:
Pertama, Anak Manusia datang.
Kedua, Ia datang di atas awan-awan.
Ketiga, Ia datang dengan kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Keempat, semua bangsa di bumi melihat-Nya.

Jadi gambaran kedatangan Kristus di sini bukan sebuah peristiwa yang hanya diketahui oleh kelompok tertentu. Sebaliknya, kedatangan-Nya digambarkan sebagai peristiwa yang terbuka, dahsyat, dan terlihat.

Kedatangan Kristus Bukan Peristiwa Rahasia

Ada ayat lain yang bahkan lebih jelas. Wahyu 1:7 berkata:

"Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia..."

Perhatikan frasa: "setiap mata akan melihat Dia." Ini sulit diselaraskan dengan konsep bahwa kedatangan Kristus yang utama terjadi secara diam-diam dan hanya diketahui oleh segelintir orang.

Alkitab justru menggambarkan kedatangan Kristus sebagai sesuatu yang bersifat publik dan universal. Paulus juga menulis mengenai kedatangan Tuhan:

"Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga..."
(1 Tesalonika 4:16)

Perhatikan gambaran tersebut:

  • ada seruan;

  • ada suara penghulu malaikat;

  • ada sangkakala Allah;

  • Tuhan sendiri turun dari surga.

Ini bukan gambaran tentang sebuah peristiwa yang berlangsung tanpa suara dan tanpa diketahui.

"Dua Cara Kedatangan" Perlu Diperiksa dengan Hati-Hati

Karena beberapa ayat berbicara tentang kedatangan Yesus seperti pencuri, sementara ayat lainnya berbicara tentang kedatangan-Nya dengan kemuliaan dan terlihat semua orang, sebagian orang kemudian menyusun konsep bahwa ada:

  1. kedatangan Yesus secara diam-diam;

  2. kemudian kedatangan Yesus secara terang-terangan.

Namun, kita harus berhati-hati. Jangan membuat sebuah doktrin hanya karena kita menemukan dua gambaran yang berbeda. Perbedaan gambaran tersebut tidak otomatis berarti ada dua kedatangan Kristus yang terpisah.

Bisa saja satu teks menekankan ketidakpastian waktunya, sedangkan teks lain menekankan kemegahan dan keterlihatan peristiwanya. Inilah pentingnya membaca ayat dalam konteks.

Yang Dirahasiakan Adalah Waktunya, Bukan Kedatangan-Nya

Ini mungkin menjadi cara paling sederhana untuk memahami persoalannya.
Yesus tidak mengatakan bahwa kedatangan-Nya akan menjadi rahasia.
Yesus mengatakan bahwa waktunya tidak diketahui.
Matius 24:36 berkata:

"Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu..."

Kemudian Yesus berkata:

"Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang."
(Matius 24:42)

Jadi yang menjadi misteri adalah kapan. Bukan apakah orang akan melihat kedatangan-Nya. Ini perbedaan yang sangat penting.
Kita tidak tahu tanggalnya.
Kita tidak tahu jamnya.
Kita tidak tahu kapan tepatnya Kristus datang.

Tetapi ketika Ia datang, Alkitab menggambarkan kedatangan itu sebagai peristiwa yang penuh kemuliaan dan dapat dilihat.

Yesus Tidak Menyuruh Kita Menebak Tanggal Kedatangan-Nya

Ada kecenderungan manusia untuk mencari tanda, menghitung waktu, bahkan mencoba menentukan tanggal kedatangan Kristus. Padahal Yesus justru mengarahkan murid-murid-Nya kepada sesuatu yang jauh lebih penting: berjaga-jaga.
Matius 24:44 berkata:

"Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

Fokus Yesus bukan: "Tebak kapan Aku datang." Fokus-Nya adalah: "Pastikan ketika Aku datang, kamu didapati siap."

Ini mengubah cara kita menjalani hidup.
Kita tidak perlu hidup dalam kepanikan.
Kita juga tidak perlu sibuk membuat prediksi tanggal.

Yang perlu kita lakukan adalah hidup dalam iman, kekudusan, kesetiaan, dan pengharapan kepada Kristus.

Kesalahan Penafsiran Bisa Berbahaya

Masalah terbesar bukan sekadar perbedaan istilah. Masalahnya muncul ketika sebuah penafsiran yang tidak memiliki dasar konteks yang kuat kemudian diajarkan sebagai kebenaran Alkitab yang mutlak.

Karena itu, orang Kristen perlu belajar membaca Alkitab dengan bertanggung jawab.
Jangan malas membaca Alkitab tetapi cepat mengambil kesimpulan.
Jangan hanya membaca satu ayat lalu membangun seluruh doktrin.
Jangan memaksakan sebuah teori ke dalam teks.

Dan jangan menggunakan alegori atau simbol secara sembarangan untuk menjelaskan sesuatu yang sebenarnya sudah dijelaskan secara langsung oleh Alkitab. Biarkan Alkitab menjelaskan Alkitab.

Lalu Bagaimana Alkitab Menggambarkan Kedatangan Yesus?

Jika kita mengumpulkan beberapa bagian penting dalam Perjanjian Baru, kita menemukan gambaran yang konsisten.

Kedatangan Kristus adalah pasti

Yesus sendiri berjanji bahwa Ia akan datang kembali (Yohanes 14:2-3).

Waktunya tidak diketahui

Tidak seorang pun mengetahui hari dan saatnya (Matius 24:36).

Karena itu kita harus berjaga-jaga

Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk selalu siap (Matius 24:42-44).

Kedatangan-Nya digambarkan seperti pencuri

Artinya waktunya datang secara tidak terduga (1 Tesalonika 5:2).

Kedatangan-Nya disertai kemuliaan

Yesus datang dengan kekuasaan dan kemuliaan (Matius 24:30).

Kedatangan-Nya dapat dilihat

Matius 24:30 mengatakan bahwa mereka akan melihat Anak Manusia datang di atas awan-awan.

Setiap mata akan melihat Dia

Wahyu 1:7 memberikan gambaran yang sangat kuat mengenai keterlihatan kedatangan Kristus.

Kedatangan-Nya disertai seruan dan sangkakala

1 Tesalonika 4:16 menggambarkan Tuhan turun dari surga dengan seruan, suara penghulu malaikat, dan sangkakala Allah.

Kesimpulan: Jangan Takut Kapan Yesus Datang, Takutlah Jika Tidak Siap

Jadi, apakah Yesus datang secara diam-diam? Alkitab tidak memberikan dasar yang kuat untuk mengatakan bahwa kedatangan Kristus kembali adalah sebuah peristiwa rahasia yang tidak terlihat, hanya diketahui oleh sebagian orang, lalu Kristus kembali ke surga sebelum kedatangan-Nya yang terbuka.

Sebaliknya, Alkitab menekankan dua hal yang berjalan bersama: Waktunya tidak diketahui, tetapi kedatangan-Nya bukan sesuatu yang digambarkan sebagai rahasia.

Yesus berkata bahwa Anak Manusia akan datang pada saat yang tidak kita duga.Tetapi ketika Ia datang, Ia digambarkan datang dengan kemuliaan dan kuasa, di atas awan-awan, dan "setiap mata akan melihat  Dia."

Karena itu, pertanyaan terpenting bukan: "Kapan Yesus datang?" atau bahkan: "Apakah Ia datang diam-diam?" Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: "Apakah saya siap ketika Yesus datang?"

Kedatangan Kristus seharusnya bukan membuat kita sibuk berspekulasi, tetapi mendorong kita untuk hidup setia.

Jangan sibuk menghitung tanggal tetapi lupa memperbaiki kehidupan.
Jangan sibuk mencari tanda tetapi lupa menjalankan firman.
Jangan sibuk berdebat tentang akhir zaman tetapi lupa bahwa setiap orang akan mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Tuhan. 
Kristus pasti datang. Waktunya tidak kita ketahui. Karena itu, berjaga-jagalah dan tetaplah setia.

Apakah Yesus akan datang kembali?

Ya. Kedatangan Kristus kembali merupakan pengajaran yang jelas dalam Perjanjian Baru. Yesus sendiri berjanji akan datang kembali (Yohanes 14:2-3.

Apakah Yesus akan datang secara diam-diam?

Alkitab tidak secara eksplisit mengajarkan bahwa Kristus akan datang secara rahasia, tidak terlihat, kemudian kembali ke surga sebelum kedatangan-Nya yang terlihat. Sebaliknya, beberapa teks menggambarkan kedatangan-Nya sebagai peristiwa yang terlihat dan penuh kemuliaan.

Apa maksud Yesus datang seperti pencuri?

Ungkapan "seperti pencuri" terutama menekankan ketidakpastian waktunya. Pencuri datang tanpa diduga. Demikian pula kedatangan Kristus akan terjadi pada waktu yang tidak diketahui manusia.

Apakah semua orang akan melihat Yesus ketika Ia datang?

Matius 24:30 mengatakan bahwa manusia akan melihat Anak Manusia datang di atas awan-awan dengan kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Wahyu 1:7 bahkan mengatakan bahwa "setiap mata akan melihat Dia."

Kapan Yesus akan datang kembali?

Tidak ada manusia yang mengetahui hari dan saatnya. Yesus berkata, "tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu" (Matius 24:36). Karena itu, orang percaya dipanggil untuk berjaga-jaga dan hidup dalam kesiapan.

Apa yang harus dilakukan orang Kristen sambil menantikan kedatangan Yesus?

Bukan menebak tanggal kedatangan-Nya, melainkan hidup dalam iman, kekudusan, kasih, ketaatan kepada firman, dan kesetiaan kepada Kristus. Menantikan kedatangan Yesus berarti tetap setia sampai akhir.

Posting Komentar untuk "Kedatangan Yesus: Diam-Diam atau Terang-Terangan? Apa Kata Alkitab?"