Apa Sih yang Sedang Terjadi dengan Hillsong dan Lakewood Church, Beda Kasus?

hillsong

Kalau kamu ngikutin berita gereja-gereja besar di dunia Kristen, pasti pernah dengar Hillsong dan Lakewood Church. Dua nama besar ini sering dibicarakan — tapi bukan karena mereka jatuh secara iman, tapi lebih ke masalah yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala.

Hillsong Church: Turun dari Puncak Dan Penuh Kontroversi

Hillsong dulunya dikenal sebagai brand musik worship global yang keren banget. Lagu-lagunya nyebar di banyak gereja di seluruh dunia, dan vibes-nya terasa modern banget. Tapi dari puncak popularitasnya sekitar tahun 2020, banyak hal ngeguncang gereja ini:

Tinggal nama besar

Scandals membuat jutaan pengikut bertanya-tanya soal kepemimpinan dan budaya organisasi Hillsong sendiri — bukan hanya tentang pelayanan musiknya yang hits. ([Wikipedia][1])

Masalah moral pemimpin

Pendiri globalnya, Brian Houston, mengundurkan diri setelah berbagai tuduhan perilaku tidak patut dan pelanggaran kode moral dalam gereja. ([Wikipedia][1])

Kontroversi internal & struktur keuangan

Ada kritik soal cara gereja memperlakukan staf, penggunaan uang, bahkan akuisisi properti di mana beberapa anggota merasa suara mereka tidak didengar. ([ABC][2])

Budaya kerja yang menguras tenaga

Beberapa mantan relawan dan staf menggambarkan adanya ekspektasi kerja tanpa imbalan yang sehat dan budaya “terlalu mementingkan ekspansi”. ([The Revealer][3])

Singkatnya: Hillsong bukan “hancur” total, tapi sedang mengalami fase “reset besar-besaran” setelah popularitas tinggi yang kemudian terbentur masalah kepemimpinan, etika, dan culture creep (budaya yang nggak lagi sehat). Banyak yang bilang mereka awalnya terlalu fokus ke pertumbuhan, bukan kedewasaan rohani. ([News24][4])

Lakewood Church: Bukan Jatuh — Tapi Tetap Stabil Tanpa Drama Besar

Kalau Lakewood Church pimpinan Joel Osteen juga sering dibahas, itu biasanya karena:

✔ gaya pelayanan yang positif banget dan berfokus pada motivasi
✔ jumlah jemaat yang besar
✔ pengaruh media yang luas

Tidak ada buku besar tentang “keruntuhan” Lakewood seperti yang muncul pada Hillsong. Jadi bisa dibilang Lakewood tetap berjalan normal meski mereka juga kadang kena kritik soal fokus teologi mereka. ([Tuko.co.ke - Kenya news.][5])


Dulu kita ngomong: “Gereja ini bakal jadi big thing.”
Sekarang: “Gereja ini big trouble nih.”
Bukan karena Tuhan berhenti berkarya…tapi karena kita lupa bahwa gereja itu bukan brand atau konser musik besar— gereja itu tubuh Kristus yang harus rendah hati dan bertanggung jawab. Kesuksesan besar harusnya bikin tanggung jawab lebih besar, bukan lebih ego.

Pelajaran Ringan Buat Kita Semua

Gereja besar atau kecil — yang penting bukan ukurannya, tapi iman & integritasnya.
Yesus pernah bilang:
“Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada.”(Matius 18:20)

Kalau masalah muncul di gereja besar, itu justru ngingetin kita satu hal: Ukuran besar nggak otomatis berarti hati besar. Dan Tuhan lebih lihat hati yang sadar, bukan reputasi yang besar.

Posting Komentar untuk "Apa Sih yang Sedang Terjadi dengan Hillsong dan Lakewood Church, Beda Kasus?"