Bidat Arianisme oleh Arius: Ketika Yesus Diturunkan Jadi “Ciptaan”
Kalau ada ajaran yang bilang,
“Yesus itu agung, tapi bukan Allah sejati,”
selamat, kamu sedang bertemu Arianisme.
Ajaran ini tidak kasar.
Tidak frontal.
Tidak anti Yesus.
Justru karena itu… berbahaya.
Siapa Arius?
Arius adalah seorang pendeta di Alexandria (abad ke-4).
Ia pintar, fasih, logis, dan sangat rasional.
Masalahnya bukan karena ia tidak percaya Yesus.
Masalahnya: ia tidak percaya Yesus setara dengan Allah.
Menurut Arius:
“Ada waktu ketika Sang Anak belum ada.”
Artinya:
Yesus diciptakan.
Yesus bukan kekal.
Yesus bukan Allah sejati.
Inti Ajaran Arianisme
Secara ringkas:
Allah Bapa saja yang benar-benar Allah
Yesus adalah ciptaan tertinggi
Yesus mulia, tapi tidak setara dengan Allah
Yesus bukan kekal
Roh Kudus juga bukan Allah sejati
Yesus versi Arius adalah:
super makhluk rohani, tapi bukan Tuhan.
Masalah Teologisnya
Alkitab berkata:
“Pada mulanya adalah Firman… dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh 1:1)
Arianisme berkata:
“Firman itu bukan Allah, hanya ciptaan.”
Alkitab berkata:
“Aku dan Bapa adalah satu.”
Arianisme berkata:
“Satu tujuan, bukan satu hakikat.”
Kalau Yesus bukan Allah sejati, maka:
Salib tidak cukup menebus dosa
Penyembahan kepada Yesus jadi penyembahan makhluk
Keselamatan kehilangan dasar ilahi
Yesus tidak bisa hanya hampir Tuhan.
Ia harus Tuhan.
Konsili Nicea: Titik Balik
Karena ajaran Arius menyebar luas, gereja mengadakan Konsili Nicea (325 M).
Di sinilah gereja menegaskan:
Yesus adalah Allah sejati dari Allah sejati,
sehakikat dengan Bapa.
Bukan diciptakan.
Bukan lebih rendah.
Bukan versi kedua.
Tapi satu hakikat ilahi.
Dari sinilah lahir pengakuan iman yang kita kenal sampai hari ini.
Kenapa Arianisme Menarik?
Karena rasional.
Yesus versi Arius lebih mudah diterima logika:
Tuhan tetap satu
Yesus jadi perantara
Tidak terlalu misterius
Masalahnya, iman Kristen memang tidak selalu muat di logika manusia.
Kalau Tuhan bisa dijelaskan sepenuhnya,
maka Dia bukan Tuhan.
Versi Modern Arianisme
Hari ini Arianisme muncul dalam bentuk:
“Yesus itu nabi besar”
“Yesus itu ciptaan Tuhan”
“Yesus itu utusan, bukan Tuhan”
“Yesus itu ilahi, tapi tidak setara”
Kelihatannya sopan.
Tapi perlahan menggeser inti iman.
Refleksi Jujur
Kadang kita juga arian tanpa sadar:
Mengagumi Yesus, tapi tidak sungguh menyembah-Nya
Mengutip Yesus, tapi tidak tunduk pada-Nya
Menganggap Yesus penting, tapi bukan pusat
Yesus tidak datang untuk jadi inspirasi.
Ia datang untuk jadi Tuhan.
Sikap Iman yang Sehat
Yesus bukan:
Tuhan kecil
Tuhan kedua
Tuhan versi hemat
Yesus adalah:
Allah sejati, Juruselamat sejati, Raja sejati.
Kalau Yesus hanya ciptaan, maka iman runtuh.
Kalau Yesus adalah Allah, maka hidup kita harus tunduk.
Ajakan untuk Bertindak
Mari:
Mengenal Yesus dari Alkitab, bukan dari logika semata
Menyembah Kristus, bukan hanya mengagumi-Nya
Berdiri teguh pada iman gereja yang alkitabiah
Berani menolak ajaran yang menurunkan keilahian Yesus
Karena iman Kristen tidak berdiri di atas tokoh,
tapi di atas Tuhan yang hidup.
Penutup
Arius ingin iman yang masuk akal.
Gereja mempertahankan iman yang benar.
Arius menurunkan Yesus.
Injil meninggikan Kristus.
Dan hari ini, pertanyaannya bukan:
“Apakah kita suka ajaran Yesus?”
Tapi:
Apakah kita menyembah Yesus sebagai Tuhan?

Posting Komentar untuk "Bidat Arianisme oleh Arius: Ketika Yesus Diturunkan Jadi “Ciptaan”"