Kisah Lagu “Nearer, My God, To Thee” – Dari Patah Hati Jadi Doa Yang Menggetarkan Dunia
Lagu rohani klasik “Nearer, My God, to Thee” ditulis oleh Sarah Flower Adams pada tahun 1841.
Bukan ditulis saat hidupnya enak. Justru lahir dari pergumulan, sakit, dan kekecewaan.
Sarah awalnya bercita-cita jadi aktris. Tapi kesehatannya rapuh. Mimpi panggungnya runtuh.
Gagal.
Drop.
Tumbang sebelum tampil.
Dan dari reruntuhan itu… lahirlah doa.
Liriknya terinspirasi dari kisah Yakub di Kejadian 28 — saat Yakub lari, ketakutan, sendirian, tidur beralaskan batu. Bukan hotel. Bukan kasur empuk. Batu.
Tapi justru di situ dia bermimpi melihat tangga ke surga.
Batu bisa jadi bantal,
Pelarian bisa jadi perjumpaan,
Krisis bisa jadi koneksi.
“Nearer, my God, to Thee” bukan lagu orang yang hidupnya mulus.
Itu lagu orang yang berkata:
“Tuhan, walau jalanku keras… bikin aku makin dekat.”
Dan lagu ini makin dikenal dunia saat tragedi RMS Titanic sinking tahun 1912. Konon, ketika kapal itu tenggelam, para musisi memainkan lagu ini.
Kapalnya turun.
Lagunya naik.
Bayangin…
Di tengah kepanikan, orang tidak teriak teori.
Tidak debat doktrin.
Tidak update status.
Mereka nyanyi doa.
Kita sedikit gagal langsung bilang:
“Tuhan jauh.”
Padahal mungkin justru lewat gagal itu Tuhan lagi bilang:
“Dekat sini.”
Kita maunya Tuhan mendekat saat hidup naik.
Padahal lagu ini bilang:
Bahkan saat hidup “tenggelam”, kita bisa lebih dekat.
Banyak orang mau dekat Tuhan…
asal jangan lewat sakit.
Mau rohani… asal jangan kehilangan.
Mau naik level iman… tapi anti ujian.
Yakub ketemu Tuhan saat lari.
Sarah nulis lagu saat mimpinya hancur.
Titanic tenggelam, tapi doa bergema.
Kadang Tuhan tidak mengangkat kita dari batu.
Dia pakai batu itu jadi tangga.
Jadi kalau hari ini hidup terasa keras,
mungkin itu bukan hukuman.
Mungkin itu undangan.
Bukan untuk makin jauh.
Tapi untuk makin dekat.
“Nearer, my God, to Thee…”
Kadang yang bikin kita dekat bukan berkat.
Tapi retak.

Posting Komentar untuk " Kisah Lagu “Nearer, My God, To Thee” – Dari Patah Hati Jadi Doa Yang Menggetarkan Dunia"