Yesus yang Melayani: Mengapa Kebesaran Menurut Kristus Berarti Melayani

Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai teladan kerendahan hati dan pelayanan.
 Yesus yang Melayani

"Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu."
Yohanes 13:15

Dunia sering mengajarkan bahwa semakin tinggi posisi seseorang, semakin banyak orang yang harus melayaninya.

Bos dilayani karyawan.
Pemimpin dilayani bawahannya.
Orang terkenal dilayani penggemarnya.

Namun Yesus memperkenalkan definisi kebesaran yang sangat berbeda. Menurut Yesus: Semakin besar seseorang, semakin besar pula kerelaannya untuk melayani. Dan Ia tidak hanya mengajarkan hal itu melalui kata-kata. Ia menunjukkannya dengan tindakan.

Yesus Membasuh Kaki Murid-Murid

Yohanes 13 menceritakan sesuatu yang mengejutkan. Yesus, Sang Guru dan Tuhan, mengambil kain, menuangkan air, lalu mulai membasuh kaki murid-murid-Nya.

Pada zaman itu, membasuh kaki merupakan pekerjaan seorang hamba. Kaki orang yang berjalan menggunakan sandal di jalan berdebu tentu sangat kotor. Namun Yesus mengambil posisi seorang pelayan.Bayangkan. Tuhan membungkuk di hadapan manusia.

Ini bukan sekadar tindakan membersihkan kaki.
Ini adalah gambaran hati Kristus.

Petrus Menolak

Ketika tiba giliran Petrus, ia berkata:

"Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya."

Petrus mungkin merasa tidak pantas. Namun Yesus menjelaskan bahwa tindakan tersebut memiliki makna rohani.
Kemudian Yesus berkata:

"Jikalau Aku membasuh kakimu, Aku adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu."

Yesus sedang mengajarkan: Jika Tuhan mau melayani kita, kita juga harus rela melayani orang lain.

Kebesaran Menurut Yesus

Dalam Markus 10:43-44, Yesus berkata:

"Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu."

Ini benar-benar berlawanan dengan budaya dunia. Dunia bertanya: "Berapa banyak orang yang melayani saya?" Yesus mengajar kita bertanya: "Berapa banyak orang yang dapat saya layani?" Itulah kepemimpinan Kristiani.

Melayani Tidak Harus Besar

Kadang kita berpikir pelayanan harus dilakukan di atas mimbar. Padahal pelayanan bisa sangat sederhana.
Menyediakan kursi.
Menyapu ruangan.
Membantu orang tua.
Mendengarkan teman.

Mendoakan seseorang.
Mengantar orang yang membutuhkan.
Menguatkan orang yang sedang lemah. Tidak ada pelayanan yang terlalu kecil ketika dilakukan untuk Kristus.

Bahaya Melayani untuk Dipuji

Ada satu jebakan dalam pelayanan: melayani Tuhan tetapi mencari pujian manusia.
Kita bisa aktif di gereja tetapi kecewa ketika nama kita tidak disebut.
Kita bisa melakukan banyak hal tetapi marah ketika tidak dihargai.
Kita bisa terlihat sangat rohani tetapi sebenarnya sedang mencari pengakuan.

Yesus menunjukkan model yang berbeda. Ia melayani bahkan ketika tidak ada panggung.

Salib: Puncak Pelayanan Yesus

Pembasuhan kaki menunjuk kepada sesuatu yang jauh lebih besar. Beberapa waktu kemudian, Yesus memberikan diri-Nya di kayu salib.

Ia tidak hanya membasuh kaki murid-murid-Nya.
Ia memberikan darah-Nya untuk menebus manusia dari dosa.

Filipi 2:7 menggambarkan bahwa Kristus mengambil rupa seorang hamba. Inilah kebesaran sejati. Ia yang paling tinggi justru merendahkan diri.

LOGOS Insight

Pelayanan bukan tentang seberapa tinggi posisi kita, tetapi seberapa rendah kita bersedia merendahkan diri untuk memberkati orang lain.

Orang yang benar-benar besar tidak perlu terus-menerus membuktikan bahwa dirinya besar. Karakter dan pelayanannya berbicara sendiri.

Ilustrasi

Seorang pemimpin datang lebih awal ke sebuah acara.
Tidak ada yang melihatnya. Ia mengambil sapu dan membersihkan ruangan yang kotor.

Ketika seseorang bertanya, "Mengapa Bapak melakukan ini? Bukankah ada petugas?" Ia menjawab, "Saya bukan terlalu besar untuk melakukan pekerjaan kecil." Itulah semangat seorang pelayan.

Refleksi

  • Apakah saya melayani karena kasih atau karena ingin dihargai?

  • Apakah saya merasa terlalu penting untuk melakukan pekerjaan sederhana?

  • Siapa yang bisa saya layani hari ini tanpa mengharapkan imbalan?

Aplikasi Praktis

Hari ini lakukan satu tindakan pelayanan yang tidak perlu diketahui orang lain.
Misalnya:
  • membantu pekerjaan rumah,

  • menolong teman,

  • membersihkan sesuatu,

  • mendoakan seseorang secara diam-diam,

  • memberikan waktu kepada orang yang membutuhkan.

Lakukan bukan untuk mendapatkan pujian. Lakukan karena Yesus telah lebih dahulu melayani kita.

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi teladan kerendahan hati dan pelayanan. Ampuni kami ketika kami lebih suka dilayani daripada melayani. Bentuk hati kami agar rendah hati, rela membantu, dan tidak mencari pujian manusia. Biarlah melalui hidup kami orang lain dapat merasakan kasih-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.

Kutipan LOGOS HIDUP

"Kebesaran menurut dunia terlihat ketika banyak orang melayani kita; kebesaran menurut Yesus terlihat ketika kita rela melayani orang lain."

Fakta Menarik Alkitab

Dalam Yohanes 13, pembasuhan kaki terjadi dalam konteks Perjamuan Terakhir, menjelang penderitaan dan penyaliban Yesus. Dengan demikian, tindakan pelayanan tersebut menjadi salah satu pelajaran terakhir yang sangat kuat sebelum Yesus menyerahkan diri-Nya.

Posting Komentar untuk "Yesus yang Melayani: Mengapa Kebesaran Menurut Kristus Berarti Melayani"