Kalau Stephen Hawking Bilang Kita Tak Butuh Tuhan, Lalu Untuk Apa Yesus Datang?

stephen hawking

Stephen Hawking pernah berkata (dengan kalimat yang membuat banyak orang Kristen tersedak kopi):

“Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta dapat dan akan menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan.”
The Grand Design

Kalimat ini terdengar seperti pengumuman resmi:
“Terima kasih Tuhan, kami sudah bisa mengurus semesta sendiri.”

Tapi tunggu dulu. Sebelum iman kita naik tensi, mari kita pahami apa sebenarnya yang dimaksud Hawking, lalu bandingkan dengan kisah penciptaan dan karya Allah dalam Yesus—bukan sebagai duel, melainkan dialog.

Versi Stephen Hawking: Semesta Tanpa Campur Tangan Surga

Menurut Hawking, dua pertanyaan besar manusia:

  • Mengapa kita ada?

  • Dari mana kita berasal?

bisa dijawab sepenuhnya oleh hukum fisika, tanpa perlu menyebut Tuhan.

Berikut ringkasan pemikirannya dari A Brief History of Time dan The Grand Design:

1. Alam Semesta Tidak Butuh “Tombol Start” Ilahi

Hawking berpendapat bahwa hukum fisika—seperti gravitasi dan mekanika kuantum—cukup untuk menjelaskan asal-usul alam semesta.

Jika hukum itu sudah ada, maka semesta bisa muncul secara spontan.

Artinya: tidak perlu sosok personal yang mencipta, cukup hukum yang bekerja otomatis.

2. Tuhan Diganti oleh Rumus

Dalam pandangan Hawking:

  • Tuhan bukan pencipta aktif

  • Tuhan, kalaupun disebut, hanyalah metafora bagi hukum alam

Ia bahkan menyebut:

“Tidak perlu memanggil Tuhan untuk menyalakan sumbu dan mengatur alam semesta.”

Singkatnya:
Fisika menjawab “bagaimana”, sekaligus mengklaim menjawab “mengapa”.

3. Manusia = Produk Kosmik yang Tidak Direncanakan

Dalam kerangka ini:

  • Manusia bukan tujuan

  • Hidup bukan rancangan

  • Kesadaran hanyalah hasil sampingan evolusi kosmik

Kita ada… karena kebetulan kosmik yang sangat rapi.

Versi Alkitab: Hukum Ada, Tapi Ada Pribadi di Baliknya

Alkitab tidak pernah anti-hukum alam.
Yang Alkitab tolak adalah hukum tanpa Sumber.

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”
— Kejadian 1:1

Ayat ini tidak menjelaskan mekanismenya, tapi langsung menunjuk Pelakunya.

Allah Tidak Bersaing dengan Sains

Alkitab tidak berkata:

“Allah menciptakan… dan hukum fisika tidak penting.”

Justru sebaliknya:

“Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”
— Kolose 1:16

Hukum alam dalam iman Kristen bukan pengganti Allah,
melainkan alat karya Allah.

Yesus: Bukan Sekadar Pencipta, Tapi Pemberi Makna

Di sinilah iman Kristen melangkah lebih jauh dari sains.

“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi.”
— Yohanes 1:3

Yesus bukan hanya “tukang bikin semesta”,
tetapi Firman yang masuk ke dalam ciptaan.

Sains menjelaskan:

  • Bagaimana bintang lahir

  • Bagaimana waktu bermula

Tapi Yesus menjawab:

  • Mengapa hidup punya nilai

  • Mengapa penderitaan tidak sia-sia

  • Mengapa kasih lebih kuat dari kematian

Hawking Menjawab “Bagaimana”, Yesus Menjawab “Untuk Apa”

Ini poin penting agar kita tidak salah paham.

Stephen Hawking:

  • Brilian

  • Jujur secara ilmiah

  • Konsisten dengan fisika

Tapi fisika tidak pernah dirancang untuk menjawab pertanyaan makna.

Yesus berkata:

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”
— Yohanes 14:6

Bukan:

“Akulah persamaan dan teori dan konstanta.”

Kalau Semesta Cukup Dijelaskan, Apakah Hidup Juga Cukup Dijelaskan?

Pertanyaan reflektifnya bukan:

“Apakah hukum fisika benar?”

Melainkan:

“Apakah hukum fisika cukup?”

Cukup untuk:

  • menghibur orang berduka?

  • mengampuni musuh?

  • memberi harapan saat mati?

Di titik inilah iman Kristen tidak bersaing dengan sains,
tetapi melengkapi keterbatasannya.

Penutup: Hukum Menjelaskan Dunia, Tapi Kasih Menjelaskan Hidup

Stephen Hawking membantu kita memahami betapa rapi dan menakjubkannya alam semesta.
Yesus menunjukkan betapa berharganya manusia di dalamnya.

“Langit menceritakan kemuliaan Allah.”
— Mazmur 19:2

Langit bisa dijelaskan dengan teleskop.
Tapi makna hidup dijelaskan lewat salib.

Dan mungkin, justru di situlah kita memahami:

Mengapa kita di sini—bukan hanya karena hukum, tapi karena kasih.

Posting Komentar untuk "Kalau Stephen Hawking Bilang Kita Tak Butuh Tuhan, Lalu Untuk Apa Yesus Datang?"